TAHAPAN PERKEMBANGAN PENDIDIKAN PADA ANAK
1. Masa Early Childhood (Masa Kanak-kanak Awal) – usia 2-5
tahun
Masa ini adalah masa dimana tahapan perkembangan pada anak
dikenal atau ditandai sebagai:
- · Masa Negativis (trotzalter)
®
Pada masa ini anak mulai paham untuk membangkang
atau tidak mendengarkan perkataanvorang tuanya atu orang-orang sekitarnya.
Sifat membangkang ini bukan serta-merta anak dianggap mulai membandel, tetapi
karena anak sudah mulai memiliki pola penalaran dan pemahamannya sendiri
terhadap suatu masalah.
- · Masa bermain
®
Masa bermain pada anak menjadi suatu kegiatan
yang kerap dilakukan anak sebagai cara bagi anak untukmempelajari softskill
yang kelak akan berguna bagi proses kehidupannya di masa depan. Banyak
softskill yang akan didapatkan anak dari proses bermain ini seperti cara
bekerja sama, berinteraksi dengan teman, berinteraksi, dan sportivitas.
- · Masa eksplorasi
®
Tahapan ini menjadi tahapan bagi anak dalam
mengeksplorasi dunia, dimana anak selalu bersikap ingin tahu dan mencoba segala
hal. Anak akan mudah merasa tertarik dan penasaran untuk mencoba hal-hal baru,
seperti bagaimana rasanya mandi dan bermain dengan air hujan (karena ia tidak
pernah merasakan bermain diluar rumah ketika hujan), apa itu awan, bagaimana
terjadinya petir, dan banyak hal lainnya yang membangkitkan rasa keingintahuan
mereka.
- · Masa meniru
®
Pada masa ini anak mulai mencontoh perilaku
maupun dari orang-orang sekitarnya, terutama orang tuanya. Anak mungkin selalu
mengikuti gerak-gerik ataupun perkataan yang diucapkan orang tuanya, seperti misalnya
seorang anak mulai belajar berdandan—contohnya main bedak—ketika pada suatu
waktu ia melihat ibunya berdandan, atau ketika anak mulai ikut-ikutan memanggil
sebutan nama seseorang dengan sebutan nama yang diucapkan ibunya. Misalnya seorang
ibu memanggil adiknya yang perempuan dengan sebutan “Dik”, maka anaknya akan
ikut memanggil adik si ibu (yang seharusnya dipanggil bibi atau tante) dengan
sebutan “Dik” juga.
- · Tahap perkembangan kognitif menurut Piaget pada masa ini ialah tahap praoperasional, yang dicirikan dengan anak mulai belajar menggunakan bahasa dan cara berfikirnya yang egosentris, yaitu cara berfikir anak dimana anak belum mampu membedakan prioritas “aku” (dirinya sendiri) dengan prioritas orang lain disekitarnya. Misalnya seorang anak merengek meminta ibunya menemani dia bermain sedangkan pada saat itu ibunya sedang memasak. Dalam kondisi tersebut, anak tersebut belum paham bahwa masakan si ibu tidak boleh ditinggal karena kalau ditinggal, makanannya bisa gosong. Si anak hanya berfokus agar ibunya segera menuruti keinginannya agar si ibu dapat menemaninya bermain.
- · Tahapan perkembangan moral (menurut Kohlberg) yaitu tahap prakonvensional, yang terbagi lagi menjadi 2 tahap.
®
Tahap 1: Orientasi hukuman= perilaku anak diatur
oleh hukuman (dengan maksud batasan yang masih wajar) jika anak berperilaku
kurang pantas atau tidak baik. Misalnya jika seorang anak sering merusakkan
mainannya, orang tua biasanya berkata kepada anaknya supaya orang tuanya tidak
lagi membelikannya mainan baru. Maksud perkataan tersebut ialah sebagai hukuman
peringatan kepada anak agar anak tersebut dapat bermain lebih teratur dan tidak
merusakkan mainannya lagi, sehingga mainannya dapat awet dan tidak banyak
rusak.
®
Tahap 2: orientasi ganjaran= anak akan diberikan
reward pada setiap perilaku baik yang mereka lakukan. Misalnya ketika anak
mampu mengambil barang yang diminta oleh ibunya, ibunya tersebut akan
mengucapkan “terima kasih anakku” kepada si anak. Ternyata si anak merasa
senang dan bangga dengan pujian si ibu sehingga akhirnya anak
tersebut memberikan segala macam benda—bahkan yang tidak diminta—kepada
si ibu.
2. Masa Kanak-kanak Akhir – usia 6 tahun hingga memasuki masa
pubertas (sekitar umur 12-14 tahun)
Tahap ini adalah tahapan kedua dalam perkembangan anak yang
dicirikan dengan:
- · Pengaruh teman sebaya mulai dominan
®
Anak mulai bergaul dengan teman-teman sebayanya
dan mudah terpengaruh oleh lingkungan teman sebayanya tersebut.
- · Tahapan perkembangan kognitif pada masa ini menurut Piagetadalah operasional konkret, dengan ciri-ciri:
®
Sudah mampu berpikir logis tentang objek dan
kejadian
ð
Anak sudah mulai mampu mengolah fenomena objek
dan kejadian di sekitarnya dengan fikiran logis, tidak lagi abstrak seperti di
tahap sebelumnya.
®
Mampu mengkonversi jumlah dan berat
ð
Anak mulai memahami kesatuan jumlah dan berat
pada suatu objek. Misalnya ketika anak ditunjukkan gelas yang wadahnya berbeda
bentuknya namun jumlah isinya sama, maka anak pada tahap ini umumnya akan
menjawab bahwa jumlah isi airnya sama, walaupun tinggi permukaan airnya
berbeda. Lain halnya pada jawaban anak yang lebih kecil (belum memasuki tahap
ini). Umumnya mereka akan menjawab air di masing-masing gelas banyaknya berbeda
karena di gelas pertama permukaan airnya tinggi, sedangkan yang kedua lebih rendah.
Dari percobaan tersebut, dapat kita simpulkan bahwa anak dalam tahap ini sudah
mampu mengamati suatu objek dengan pengamatan logis dan hubungan sebab akibat
dalam percobaan tersebut.
®
Mampu mengklasifikasi objek
ð
Anak sudah mampu membuat klasifikasi dari banyak
objek menjadi kategori-kategorinya masing-masing. Misalnya anak sudah bisa
paham kalau pakaian di lemari harus disusun sesuai bagiannya masing-masing.
Bagian pakaian rumah harus diisi dengan pakaian rumah, bagian celana harus
disusun dengan celana, dan sebagainya.
- · Tingkat perkembangan moral pada masa ini ialah konvensional, yang terbagi menjadi 2 tahap:
®
Orientasi good boy/ good girl= anak berperilaku
tertentu agar menunjukkan citra diri sebagai anak yang baik. misalnya anak
mulai menabung agar si anak dapat terlihat sebagai anak yang pandai hebat dan
pandai karena sudah mengerti bagaimana cara menyisihkan uang, dan sebagainya.
®
Orientasi otoritas= proses mendidik anak dengan
adanya otoritas atau figur yang ditakuti anak. Misalnya anak diajarkan untuk
selalu menggosok gigi sebelum tidur karena jika sampai giginya berlubang, maka
ia akan dibawa ke dokter gigi.
- · Tahapan perkembangan pada masa ini menurut Erikson ialah tahap industry vs inferiority, dimana anak dididik agar memiliki rasa keberanian dan kepercayaan diri yang tinggi dalam pergaulannya (industry) dan bagaimana caranya agar anak tidak bersikap rendah diri (inferiority).
3. Masa remaja (adolescence) – usia 11/12 tahun hingga 18/24
tahun
Tahap ini ditandai oleh:
- Perkembangan fisik, yaitu bentuk tubuh sudah mengarah ke bentuk tubuh dewasa. Misalnya pada perempuan sudah terbentuk buah dada dan lekukan pinggang, sedangkan pada laki-laki dengan dada yang semakin bidang dan suara yang semakin berat.
- Perkembangan seksual, yaitu kematangan organ seksual yang ditandai dengan haid pertama pada perempuan dan mimpi basah pada laki-laki.
- Perkembangan heteroseksual, yaitu mulai muncul rasa ketertarikan dengan lawan jenis.
- Perkembangan emosional, ditandai dengan gejolak emosi yang tidak stabil dan cenderung meledak-ledak.
- Perkembangan kognitif menurut Piaget dalam tahap ini adalah operasional formal, yang ditandai dengan kemampuan berfikir secara konseptual maupun abstrak, mulai menaruh perhatian dengan orientasi ke masa depan, konsep-konsep ideologis, dan membuat suatu kesimpulan, serta pola berpikirnya yang egosentris (cenderung bersikap egois dan memenuhi keinginannya terlebih dahulu).
- Tahap perkembangan menurut Erikson di tahap ini yaitu identity vs role confusion, dimana anak mulai menunjukkan rasa keinginan untuk diakui dan mencontoh idola atau figur panutannya.
- Tahap perkembangan moral pada masa ini kebanyakan didominasi oleh tahap konvensional dan yang lainnya adalah post konvensional. Tahap ini terbagi menjadi:
®
Tahap 5: orientasi kontrak sosial= menunjukkan
bagaimana anak berinteraksi dengan lingkungan sosialnya.
®
Tahap 6: orientasi asas etis= anak bertindak
aturan yang berlaku dan paham untuk berperilaku sesuai dengan standar perilaku
baik dan buruk, seperti nilai norma dan etika. Misalnya bagaimana adab berbicara
dengan orang tua berbeda dengan orang tua, bagaimana bersikap jujur dalam
ujian, dan sebagainya.
(Posting blog diatas disajikan untuk memenuhi mata kuliah Psikologi Pendidikan di Fakultas Psikologi USU Tahun Ajaran 2016-2017)
Komentar
Posting Komentar